Struktur Atom

STRUKTUR ATOM

Dalam usahanya untuk menjelaskan hukum-hukum dasar ilmu kimia yaitu hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, dan hukum kelipatan berganda, pada abad ke – 19 John Dalton mengemukakan hipotesis bahwa zat terdiri partikel yang lebih kecil yang disebut atom.  Atom dari unsur atau zat yang sama mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom dari unsur yang berbeda mempunyai sifat yang berbeda.. Dalton juga   berpendapat  bahwa   atom   merupakan   bagian  yang   terkecil  dari  suatu  unsur atau zat.

Beberapa Pendapat Mengenai Model Atom

Model Atom Thomson

Thomson berpendapat bahwa atom terdiri dari muatan positip dan negatip.  Thomson menggambarkan bahwa atom seperti roti kismis di mana muatan negatip tersebar di permukaan, sedangkan muatan positip tersebar merata di dalamnya. Jari-jari atom sekitar 10-10 m = 1 A0.Dengan diperolehnya hasil percobaan hamburan partikel a pendapat Thomson menjadi tidak benar.

Model Atom Rutherford

      Dalam usahanya menjelaskan tentang atom Rutherford mengadakan percobaan tentang hamburan partikel a pada lempeng logam emas yang sangat tipis ( 0,0004 mm)

Dari hasil percobaan tersebut Rutherford mengamati  bahwa  hanya 1 di antara 20.000 partikel sinar  a yang dipantulkan atau dibelokkan dengan sudut 900 atau lebih. Dari hasil pengamatan ini Rutherfor menyimpulkan bahwa atom terdiri muatan positip yang terpusat pada inti dan elektron yang bermuatan negatip beredar mengelilingi inti. Jari-jari inti sekitar 10-13 cm.

Tetapi teori Rutherford kemudian memunyai kelemahan karena menurut teori elektrodinamika klasik suatu partikel bermuatan seperti elektron bila bergerak akan memancarkan energi sehingga lama-kelamahan elektron akan jatuh ke inti.

Model Atom Bohr

Model atom Bohr didasari oleh model atom Rutherford dan teori kuantum dari Planck. Menurut Bohr elektron yang bergerak mengelilingi inti dengan lintasan (orbit) yang berbentuk lingkaran. Lintasan tersebut disebut lintasan kuantum yang mempunyai momentum sudut elektron sebesar kelipatan bulat dari h/2p. Di mana  = tetapan Planck

Jika elektron dengan massa m bergerak dengan kecepatan v dan jari-jari lintasan r, akan mempunyai momentum sudut =

mvr  =  n (h/2p)                   ( n = 1, 2, 3, 4, …)

Bila elektron bergerak pada lintasan kuantumnya tidak akan memancarkan energi, elktron ini disebut dalam keadaan stasioner. Bila elektron pindah dari lintasan dengan tingkat energi yang lebih rendah ke tingkat energi lebih tinggi akan diserap energi dan bila pindah dari tingkat energi lebih tinggi ke yang lebih rendah dipancarkan energi. Besarnya energi yang diserap atau dipancarkan sebesar l E  =  hp. Berdasarkan harga momentum sudut elektron =   mvr = n (h/2p)

dan jari-jari lintasan  =  r = n2 h2  / 4p2me2        di mana      n = 1,  2,  3,  4, …

Dengan memasukkan harga h dan m serta  n = 1, maka akan diperoleh :

r = 0,52917 x 10-8 cm

Untuk atom hidrogen energi En adalah untuk elektron pada lintasan :

En  =  – ( 2p2me4 /  n2h2 )      di mana     n = 1,  2,  3,  4, …

Atau dapat ditulis :

En  =  –  (A /V)                     di mana         A = 2p2 me4/ h2

Dengan memasukkan harga h, m, dan e, akan diperoleh :

A =  2,18 x  10-18 Youle =  2,18  x  10 -11 erg  =  13,6 eV

Berdasarkan teori atom Bohr dapat dihitung besarnya perbedaan energi antara orbit yang satu dengan yang lain.

D E =  E2  –  E1                                                    

Untuk lebih jelasnya kita lihat video berikut:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s