Ikatan Kimia

Ikatan kimia adalah tarik-menarik antara dua atom atau lebih hingga membentuk suatu senyawa. Kekuatan ikatan ini akan mentukan sifat kimia suatu senyawa dan cara perubahan ikatan kimia ketika senyawa saling bereaksi membentuk senyawa lain akan mengendalikan banyaknya energi yang diperlukan atau dilepaskan pada reaksi tersebut

Sebagai pengantar mari kita liyat video berikut:

Dari video diatas kita dapat mengetahui macam – macam ikatan kimia  yaitu

IKATAN IONIK

Dalam bab sebelumnya telah diketahui bahwa unsur-unsur gas mulia mempunyai elektron valensi berjumlah delapan kecuali pada helium yang hanya mempunyai dua elektron valensi. Pada kenyataannya unsur gas mulia sulit membentuk senyawa sedangkan unsur-unsur  golongan alkali, alkali tanah,  halogen, dan oksigen mempunyai elektron valensi kurang dari delapan cenderung mudah bereaksi membentuk senyawa. Misalnya Na mudah bereaksi  dengan klor membentuk garam NaCl , Na juga mudah bereaksi dengan oksigen membentuk Na2O, dan dengan air membentuk NaOH ? Kencenderungan unsur-unsur selain gas mulia mudah bereaksi membentuk senyawa memberikan indikasi bahwa unsur gas mulia sudah stabil sedangkan unsur selain gas mulia kurang stabil. Hal ini akan dapat dijelaskan apabila unsur-unsur selain gas mulia setelah membentuk senyawa mempunyai susunan elektron seperti gas mulia.

Contoh :

Konfigurasi elektron                    11Na   :   1s2 2s2 2p6  3s1

                                                                             17Cl    :   1s2  2s2  2p6  3s2  3p5

Konfigurasi elektron                    10Ne   :   1s2 2s2 2p6

                                                                             18Ar   :   1s2  2s2  2p6  3s2  3p6

Jika atom Na yang mempunyai satu elektron kulit valensi melepaskan satu  elektron akan mempunyai konfigurasi elektron seperti Ne, sedangkan jika atom Cl menangkap satu elektron akan mempunyai konfigurasi elektron seperti Ar.

Na (1s2 s1)                                                   Na+ ( 1s2 )      +     e-

Cl (1s2  2s2  2p6  3s2  3p5 )     +     e-             Cl- (1s2  2s2  2p6  3s2  3p6

Na+    +   Cl-                                                Na+Cl-

Kemudian terbentuknya senyawa NaCl dapat dijelaskan bahwa atom Na melepaskan satu elektron untuk diberikan kepada atom Cl sehingga atom Na menjadi bermuatan positip satu  dan atom Cl bermuatan negatip satu. Atau terjadi serah terima elektron antara atom Na dan atom Cl membentuk ion positip dan ion negatip yang saling berikatan.

IKATAN KOVALEN

      Jika atom Na dengan atom Cl dapat membentuk senyawa NaCl yang berikatan ionik, bagaimana atom Cl dengan atom Cl dapat membentuk molekul Cl2?

Konfigurasi elektron  17Cl : 1s2  2s2  2p6  3s2  3p5 menunjukkan adanya 7 elektron kulit valensi. Agar atom Cl mempunyai konfigurasi elektron seperti gas mulia harus menerima satu elektron. Hal ini dapat dicapai jika dua buah atom Cl saling memberikan  dan saling menerima satu elektron sehingga terjadi susunan elektron valensi seperti berikut :

                                     

 Ikatan pada molekul Cl2 tersebut terbentuk karena kedua atom Cl saling memberi dan saling menerima elektron sehingga terbentuk pasangan elektron yang dipakai bersama disebut ikatan kovalen. 

Untuk referensi dari materi Ikatan Kimia untuk lebih jelasnya silahkan baca

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s